Thailand, 12 Maret 2026 – PG Wisnu Wijaya, M.Sn, akademisi dan praktisi seni media asal Sumatra, mengikuti ajang internasional RSS 16th International Creative Arts Workshop and Exhibition 2026 di Thailand pada 8-12 Maret 2026. Ia hadir bersama Sito Fossy Biosa (Osa), M.Sn, dalam program residensi, workshop, dan pameran seni.
Kegiatan ini berlangsung di Faculty of Fine and Applied Arts, Rajamangala University of Technology Thanyaburi. Selain itu, forum ini mempertemukan seniman, desainer, dan akademisi dari sekitar 20 negara. Mereka bertukar gagasan dan membangun kolaborasi lintas disiplin.

Creative Arts Thailand 2026: Karya Seniman Indonesia
PG Wisnu Wijaya, lahir 8 Februari 1991, merupakan akademisi dan praktisi seni media yang aktif mengeksplorasi berbagai medium, mulai dari film, animasi, hingga patung. Ia mengajar di Program Studi Desain Komunikasi Visual Institut Teknologi Sumatera dengan latar pendidikan seni dari ISI Yogyakarta.
Dikenal melalui pendekatan practice-led research, Wisnu mengembangkan karya yang memadukan kekuatan konseptual dan eksperimen visual. Konsistensinya dalam berkarya membawanya terlibat dalam berbagai pameran, workshop, serta forum seni di tingkat nasional dan internasional.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Koordinator Daerah Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Provinsi Lampung, sekaligus aktif berkontribusi dalam pengembangan wacana seni media kontemporer.
Dalam ajang ini, Wisnu menampilkan karya berbasis kanvas yang menggabungkan eksplorasi konsep dan eksperimen visual, dengan menyoroti relasi manusia dan lingkungan dalam praktik seni kontemporer.
“Melalui komposisi visual dan tekstur material, karya ini merefleksikan hubungan manusia dengan lingkungan,” ujar Wisnu.

Partisipasi Akademisi Indonesia di Thailand
Sementara itu, Sito Fossy Biosa (Osa), lahir 31 Juli 1991, merupakan akademisi dan praktisi seni media yang berfokus pada seni eksperimental, sinema, dan media baru. Saat ini, ia mengajar di BINUS University pada bidang Desain Komunikasi Visual (Animasi). Selain itu, ia juga tengah menempuh studi doktoral di Institut Teknologi Bandung.
Dikenal sebagai penggagas konsep TRISIKON dalam penciptaan film dan video, Osa menghadirkan pendekatan artistik yang menggabungkan eksplorasi konseptual dan eksperimen visual. Dengan pendekatan tersebut, ia terus mengembangkan praktik kreatif yang relevan dengan perkembangan seni media kontemporer.
Selain aktif berkarya, ia juga berpartisipasi dalam berbagai pameran, festival, serta publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Di sisi lain, Osa merupakan pendiri VISUAREKAN, sebuah festival seni media baru yang berfokus pada pengembangan praktik seni berbasis teknologi.

Jejaring Global Seni Visual
Wisnu menambahkan bahwa partisipasi ini menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring dan dialog seni di tingkat global.
“Program ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan praktik seni, riset artistik, serta pengembangan media visual kontemporer,” tambahnya.
Keikutsertaan kedua akademisi ini memperkuat eksposur seni visual Indonesia di kancah internasional. Selain itu, kontribusi seniman dari Sumatra semakin terlihat dalam perkembangan seni kontemporer dunia.














