Jambi, 16 Maret 2026 – Di tengah banyak ruang publik dan pusat komersial di Jambi yang masih membatasi akses pelaku usaha dari berbagai latar belakang, Survival Proletar membuka ruang alternatif yang inklusif. Selama empat hari, 13-16 Maret 2026 di 17 Tengah Kota Cafe & Eatery, puluhan UMKM memadati event fashion dan lifestyle ini, menampilkan 22 tenant dari sektor fashion, lifestyle, dan hiburan. Event ini berhasil menarik perhatian anak muda dan komunitas kreatif, sekaligus menghadirkan atmosfer yang energik dan interaktif.
Pengunjung dapat menjelajahi pakaian vintage dan streetwear, layanan nail art, tindik kuping, tato kontemporer, serta berbagai aksesoris fashion. Musik dari vinyl, kaset, dan DJ all genre mengisi setiap sudut area acara, sementara aktivitas komunitas seperti Fun fingerboard Jambi menghadirkan hiburan interaktif. Salah satu pengujung, menunjukkan keahlian fingerboard Jambiyang memikat pengunjung, menjadikan arena fingerboard Jambi sebagai salah satu titik pusat interaksi anak muda selama event berlangsung. Tenant tidak sekadar menjual produk, tetapi juga membagikan cerita di balik usahanya, menghadirkan pengalaman personal yang membuat setiap transaksi terasa lebih dari sekadar jual beli.

Beberapa pengunjung muda tampak antusias mengobrol langsung dengan pemilik tenant, menanyakan proses kreatif, hingga berbagi inspirasi. Ada pemuda yang menekuni tato kontemporer, wanita muda yang membangun bisnis nail art, pengrajin aksesoris fashion, serta penggemar fingerboard Jambi yang mengikuti kontes. Keberagaman tenant dan interaksi dengan pengunjung menciptakan ruang kolaborasi dan eksperimen kreatif yang jarang ditemukan di pusat komersial biasa.

“Kami ingin membuka ruang bagi semua pelaku UMKM tanpa sekat, agar setiap orang bisa berkembang bersama dan mendorong ekonomi kreatif di Jambi,” ujar perwakilan Survival Proletar. Menurutnya, inisiatif ini menjadi bukti bahwa ruang alternatif yang inklusif dan produktif bisa diwujudkan, berbeda dengan banyak ruang publik lain yang masih membatasi partisipasi pelaku usaha.
Selama empat hari, event ini bukan hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang pertemuan komunitas, di mana anak muda dapat bertukar ide, membangun koneksi, dan menemukan inspirasi untuk berkarya. Kehadiran Fingerboy dan aktivitas komunitas lainnya menambah energi kreatif yang nyata, membuat event ini terasa hidup dan autentik. Survival Proletar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi platform yang mendukung UMKM agar ekosistem ekonomi kreatif Jambi berkembang inklusif dan berkelanjutan.







