Event  

Lebarun Kustom 2026 Jambi sebagai Ekspresi Budaya Kontemporer

Deretan motor klasik dan skuter terparkir di kawasan Terminal Rawasari, dengan sekelompok orang berbincang di pinggir jalan berlatar bangunan tua.
Suasana kumpul komunitas motor klasik dan skuter di kawasan Terminal Rawasari, menampilkan interaksi antar anggota di tengah nuansa urban dan bangunan lama By Zaidan Rafif
banner 120x600

JAMBI, 9 April 2026Terminal Rawasari menghadirkan suasana berbeda dalam gelaran Lebarun Kustom 2026 Jambi, Minggu (5/4/2026). Komunitas otomotif langsung memenuhi area dengan motor kustom, mobil modifikasi, serta sepeda berdesain unik.

Kegiatan ini mempertemukan berbagai komunitas otomotif di Kota Jambi. Tidak hanya itu, para peserta juga memanfaatkan momen ini untuk berinteraksi, berbagi ide, dan menampilkan identitas mereka.

Lebarun sendiri merupakan plesetan dari kata “Lebaran”. Istilah ini kemudian berkembang di kalangan komunitas sebagai simbol kebersamaan. Karena itu, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang berkumpul, tetapi juga sebagai ruang ekspresi yang santai dan terbuka.

city rolling Lebarun Kustom 2026 Jambi dengan motor kustom di jalan ko
komunitas motor kustom Lebarun Kustom 2026 Jambi saat city rolling – By Zaidan Rafif

Lebarun Kustom 2026 Jambi dan Ruang Kreatif Anak Muda

Dalam Lebarun Kustom 2026 Jambi, para komunitas menghidupkan Terminal Rawasari dengan berbagai aktivitas kreatif. Awalnya, tempat ini berfungsi sebagai titik transit. Namun kini, komunitas mengubahnya menjadi ruang ekspresi.

Selain itu, para peserta membawa karya masing-masing. Mereka menampilkan kendaraan dengan karakter unik. Sementara itu, pengunjung menikmati suasana yang terbuka dan dinamis.

Sekelompok pengendara motor kustom bergaya chopper memasuki kawasan Terminal Rawasari di jalan kota, mengenakan helm dan pakaian kasual, dengan latar bangunan terminal berwarna hijau.
Komunitas pengendara motor kustom chopper melintas memasuki kawasan Terminal Rawasari, menampilkan gaya klasik dan modifikasi unik di tengah suasana kota. – By Zaidan Rafif

Dengan demikian, kegiatan ini menunjukkan bahwa anak muda mampu mengaktifkan ruang publik melalui inisiatif komunitas.

Selanjutnya, panitia menghadirkan beberapa agenda utama:

  • Halal bihalal antar komunitas
  • City rolling di jalanan kota
  • Aksi sosial dan penggalangan donasi

Kemudian, peserta menyalurkan donasi kepada Yayasan Kanker Indonesia serta anggota komunitas yang membutuhkan.

Melalui rangkaian ini, Lebarun Kustom tidak hanya menampilkan kendaraan. Sebaliknya, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.

Lebarun Kustom 2026 Jambi dalam Perspektif Memori Kolektif

Menurut Rian Indra Eftritianto (Independent Archaeology), kegiatan ini menunjukkan proses terbentuknya memori kolektif dalam komunitas.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya peristiwa sesaat, tetapi proses membangun ingatan bersama. Apa yang dilakukan bersama akan diingat, diulang, lalu menjadi bagian dari identitas komunitas,” ujarnya.

Lebih lanjut, konsep ini merujuk pada pemikiran Maurice Halbwachs. Ia menjelaskan bahwa kelompok sosial membentuk ingatan melalui pengalaman bersama.

Oleh karena itu, aktivitas seperti berkumpul, city rolling, dan menampilkan kendaraan kustom menjadi bagian dari proses tersebut. Seiring waktu, komunitas akan terus mengulang pengalaman ini dan memperkuat identitas mereka.

Di sisi lain, kegiatan seperti Lebarun Kustom 2026 Jambi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal. Komunitas membangun kolaborasi. Mereka juga memperluas jaringan di Kota Jambi.

Selain itu, kegiatan ini menjadi pengantar menuju agenda berikutnya, yaitu Custom Costum 2026. Rencana tersebut akan berlangsung dalam waktu dekat.

Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai event. Sebaliknya, ia menjadi bagian dari perkembangan budaya kontemporer di Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *