Tanah Lado International Film Festival 2026 Merawat Ruang Bertemu Lewat Film

Suasana pembukaan Tanah Lado International Film Festival 2026 di Kebun Raya ITERA Lampung.
Suasana pembukaan Tanah Lado International Film Festival 2026 yang berlangsung di Kebun Raya ITERA, Bandar Lampung, pada 10–12 Juli 2026. Foto: Tanah Lado International Film Festival.
banner 120x600

Bandar Lampung – Tanah Lado International Film Festival (TLIFF) 2026 kembali digelar pada 10 – 12 Juli 2026 di Kebun Raya ITERA, Bandar Lampung. Festival ini memasuki penyelenggaraan tahun keenam. Festival ini mengusung tema “Daur Baur Kebudayaan“. Selama tiga hari, festival menghadirkan pemutaran film, diskusi, lokakarya, dan malam penghargaan. Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan sineas, akademisi, komunitas, pelajar, serta masyarakat umum.

Festival menghadirkan Lado Cinema Camp, Layar Sumatera, Special Screening, Workshop Editing, Lado Archive, dan Awarding Night. Selanjutnya, setiap program memiliki fungsi yang berbeda. Meski demikian, seluruh rangkaian saling melengkapi untuk membuka ruang apresiasi karya, memperluas jejaring, dan mendorong kolaborasi antarpelaku perfilman.

Malam penghargaan Tanah Lado International Film Festival 2026.
Pemenang kategori kompetisi menerima penghargaan pada malam penutupan Tanah Lado International Film Festival 2026.

Tanah Lado International Film Festival Bangun Ruang Kolaborasi

Direktur Festival, Wisnu Wijaya, mengatakan bahwa tema “Daur Baur Kebudayaan” lahir dari keyakinan bahwa keberagaman merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem perfilman.

“Keberagaman merupakan kekuatan yang mampu melahirkan kolaborasi dan memperkaya ekosistem perfilman Indonesia,” ujar Wisnu Wijaya.

Selain itu, festival menghadirkan kategori internasional. Festival menghadirkan film dari Spanyol, Singapura, dan Jepang. Melalui program tersebut, festival memperluas dialog lintas budaya. Di sisi lain, sineas dari Sumatera memiliki kesempatan untuk bertemu dan bertukar pengalaman dengan pembuat film dari berbagai negara.

Tidak hanya itu, festival juga menghadirkan diskusi publik, lokakarya, dan sesi berbagi pengalaman. Dengan begitu, peserta tidak hanya menyaksikan karya. Mereka turut berdiskusi mengenai proses kreatif, perkembangan perfilman, dan hubungan film dengan kebudayaan.

Pengunjung mengikuti pameran dalam rangkaian Tanah Lado International Film Festival 2026.
Pengunjung mengikuti tur pameran sebagai bagian dari rangkaian program Tanah Lado International Film Festival 2026.

Dari Lampung untuk Perfilman yang Terus Tumbuh

Memasuki tahun keenam, TLIFF 2026 terus memperkuat perannya sebagai ruang pertemuan bagi komunitas film, akademisi, pelaku budaya, dan masyarakat. Sementara itu, kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa kolaborasi menjadi salah satu kekuatan utama dalam membangun ekosistem perfilman yang lebih terbuka.

Dengan demikian, festival ini tidak hanya menjadi ruang pemutaran film. Festival juga menjadi tempat bertukar pengetahuan dan membangun jejaring antarsineas. Dari Lampung, berbagai cerita dari Sumatera bertemu dengan publik yang lebih luas melalui Tanah Lado International Film Festival 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *