Jambi – Dalam menyukseskan program prioritas Pemerintah Kota Jambi dibawah kepemimpinan Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, RT 02, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, resmi memulai pelaksanaan program “Kampung Bahagia”, Minggu (14/06/2026).
Dilakukan secara bergotong royong dengan semangat partisipasi masyarakat setempat, pelaksanaan program diawali dengan pembangunan maupun revitalisasi infrastruktur drainase sepanjang 75 meter diruas jalan utama pintu masuk kawasan RT 02
Kegiatan ini menjadi bagian penting dan salah satu langkah nyata masyarakat dalam mendukung program pemerintah kota guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Dikesempatan itu, Ketua RT 02, sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia, Solahudin mengatakan, keberhasilan pelaksanaan program Kampung Bahagia ini tidak terlepas dari semangat gotong royong dan dukungan seluruh warga.
Ia menyebutkan, melalui program Kampung Bahagia, RT 02 mendapatkan anggaran sebesar 100 juta rupiah, yang akan diperuntukkan untuk memperbaiki sejumlah infrastruktur, kebutuhan sosial masyarakat, hingga sarana dan prasarana lainnya. Disamping kebutuhan Kelompok Kerja (Pokja) yang memang telah sesuai dengan mekanisme dan telah diatur oleh Peraturan Wali Kota Jambi.
“Pemanfaatan program Kampung Bahagia kami telah manfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat RT 02, melalui musyawarah bersama masyarakat. Disamping menekankan pada aspek Keamanan dan Kebersihan sebagai prioritas, sebagaimana arahan Pemerintah Kota Jambi,” sebutnya.
Dalam menciptakan Keamanan dan Kebersihan lingkungan, RT 02 saat ini telah memasang 1 unit jaringan CCTV, yang nantinya akan terhubung ke Jambi City Operation Center (JCOC) Pemkot Jambi.
Ketua RT Solahudin juga menyampaikan, program Kampung Bahagia di RT 02, tidak hanya berfokus terhadap infrastruktur, melainkan juga ada sebagian dipergunakan untuk pengadaan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kami juga ada melakukan pengadaan dibidang sosial dan ekonomi. Serta BPJS Ketenagakerjaan untuk masyarakat yang melakukan gotong royong bersama-sama membangun maupun memperbaiki drainase,” ucapnya.
Selain itu, Solahudin juga menyatakan dukungannya terhadap transformasi tata kelola persampahan melalui penerapan Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang saat ini tengah digencarkan Pemkot Jambi.
“Melalui OPBM, pengelolaan sampah dilakukan secara lebih tertib dengan sistem pengumpulan sampah langsung dari rumah ke rumah, sehingga mampu mengurangi penumpukan sampah di lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan,” ucapnya.
Terkait OPBM tersebut, Solahudin mengatakan, saat ini RT 02 telah memiliki dua orang tenaga pengangkut sampah yang berasal dari warga setempat.
“Kami belum memiliki kendaraan operasional OPBM, namun warga berinisiatif menggunakan pribadi miliknya untuk pengangkutan, yang nantinya sebagai timpal balik, masyarakat yang menggunakan jasa mereka melakukan iuran bulanan sesuai kesepakatan bersama,” katanya.
Dengan berjalannya OPBM diwilayahnya, Solahudin tidak mengungkiri adanya masyarakat yang memberikan respon negatif. Namun menurutnya, hal itu akibat minimnya sosialisasi dan pengetahuan masyarakat tentang kebermanfaatan jangka panjang OPBM.
Melalui pemanfaatan program Kampung Bahagia ini, yang dilakukan secara bergotong royong, lebih mengoptimalkan penataan lingkungan, serta penguatan kebersamaan antarwarga guna menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata dan harmonis.
Pelaksanaan RT 02 dalam menjalankan Program Kampung Bahagia dan OPBM diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi RT lainnya untuk terus berinovasi dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah, visi mewujudkan kampung yang bahagia, nyaman, dan berkelanjutan dapat tercapai secara optimal.














