Event  

Ekraforia 2026: Bengkalis Dorong Heritage Creative Hub

banner 120x600

BENGKALIS – Ekraforia 2026 di Kabupaten Bengkalis mendapat apresiasi dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN). Ketua Harian ICCN, Sam Vicky Herinadharma, menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam mengembangkan potensi budaya, sejarah, dan kreativitas Bengkalis sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif.

Menurut Sam Vicky, Bengkalis memiliki modal budaya dan sejarah yang kuat untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam ekonomi kreatif. Posisi strategis Bengkalis di Selat Malaka, tradisi maritim, seni, kriya, kuliner, serta berbagai jejak sejarah menjadi bagian dari cultural capital yang dapat diolah melalui pendekatan kreatif.

“Ekraforia ini menjadi langkah yang baik untuk menghidupkan kembali ruang-ruang yang memiliki nilai sejarah melalui kreativitas. Bengkalis memiliki cultural capital yang sangat kuat dan ini bisa menjadi kekuatan baru ekonomi kreatif,” ujar Sam Vicky dalam pembukaan Ekraforia 2026 di Jail Huis Van Bewaring, Jalan Pahlawan, Bengkalis, Jumat (14/8/2026) malam.

Ekraforia 2026 Dorong Potensi Heritage Bengkalis

Sam Vicky mendorong Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mengembangkan konsep creative placemaking pada bangunan dan kawasan bersejarah. Salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi besar adalah Jail Huis Van Bewaring yang dikenal masyarakat sebagai Penjara Belanda.

Menurutnya, bangunan bersejarah tersebut tidak hanya dapat dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga diberikan fungsi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Ia mengusulkan kawasan tersebut dikembangkan menjadi Bengkalis Heritage Creative Hub, sebuah ruang yang mempertemukan warisan budaya, kreativitas, komunitas, dan teknologi.

“Transformasi ini bukan sekadar konservasi bangunan, tetapi bagaimana menghadirkan ruang baru tempat heritage, culture, creativity, community, dan technology bertemu,” katanya.

Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai ruang dan aktivitas kreatif, seperti heritage gallery, ruang komunitas, studio kreator, workshop kriya dan fesyen, kuliner Melayu, creative market, ruang pertunjukan, hingga digital storytelling dan media arts yang menceritakan Bengkalis kepada generasi baru.

Dengan pendekatan tersebut, kawasan bersejarah di Bengkalis dapat menjadi ruang kreativitas sekaligus ruang interaksi masyarakat dan sumber ekonomi baru.

“Jadi kita tidak hanya menjaga warisan, tetapi mengaktifkannya. Ketika heritage bisa menjadi ruang kreativitas dan ekonomi, maka sejarah tidak berhenti sebagai masa lalu, tetapi menjadi bagian dari masa depan Bengkalis,” ujar Sam Vicky.

Kolaborasi ICCN dan Bengkalis Creative Network

Sam Vicky juga mengapresiasi kolaborasi Bengkalis Creative Network (BCN) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam penyelenggaraan Ekraforia 2026.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

“ICCN mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mendorong penguatan SDM ekonomi kreatif menuju Kota Kreatif Dunia,” pungkasnya.

Dukungan tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Bengkalis.

Pemkab Bengkalis Sambut Pendampingan ICCN

Bupati Bengkalis, Hj. Kasmarni, menyambut baik dukungan ICCN dan menyatakan kesiapan Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk berkolaborasi dalam proses pengembangan Bengkalis menuju Kabupaten Kreatif.

Menurut Kasmarni, pendampingan dari ICCN dapat menjadi langkah strategis untuk memperkuat berbagai potensi yang dimiliki Bengkalis sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kita menyambut baik kesediaan ICCN untuk mendampingi Kabupaten Bengkalis. Kita memiliki potensi yang besar, dan dengan kolaborasi ini kita berharap potensi budaya, sejarah, kreativitas generasi muda dan pariwisata, termasuk Pulau Rupat, dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.

Kasmarni menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap memberikan dukungan agar proses menuju Kabupaten Kreatif dapat berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, khususnya komunitas serta generasi muda.

Ekraforia 2026 Hadirkan Ruang Kreatif

Ekraforia 2026 dengan tema “Simfoni Simetria” berlangsung selama tiga hari, 14–16 Agustus 2026, di Jail Huis Van Bewaring atau Penjara Belanda, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso. Sejumlah aktivitas kreatif turut dihadirkan, di antaranya creative gallery, maker space, creative stage, local market, creative connect, serta Ekrafo Run.

Penyelenggaraan Ekraforia 2026 menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pertemuan antara sejarah, budaya, komunitas, dan kreativitas. Ke depan, pengembangan kawasan heritage seperti Jail Huis Van Bewaring diharapkan dapat membuka ruang baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas dan ekosistem ekonomi kreatif Bengkalis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *